Novel Deadline: Semua yang Diinginkan Jurnalis

Ada banyak kejutan. Kasus yang berat dipaparkan dengan bahasa ringan dan agak kasar. Kadang sarkas, tetapi asyik. Secara umum, itulah yang bisa saya gambarkan ketika menikmati halaman demi halaman novel Deadline.

Novel jenis ini boleh dibilang “sangat saya”. Saya menyukai novel hukum, yang tentu saja melibatkan jurnalis di dalamnya. Tidak sama dengan karya John Grisham memang, tapi sangat menghibur.

Jika Grisham menulis dengan latar belakang pengacara, yang kerap menyeret-nyeret wartawan dalam kisahnya, Deadline justru mengulas cara kerja dan kehidupan sang kuli tinta.

Cerita dimulai dari baku tembak petugas menghadapi teroris lokal. Dari sanalah segala kekacauan dan keintiman Dawson Scott, tokoh utama dalam novel ini, bermula.

Novel Deadline karya Sandra Brown. (Foot: Kandi)Kalau Anda mengira akhir kisah ini mudah ditebak, Anda salah. Karena bahkan pada menjelang akhir halaman, masih ada kejutan. Meski dituturkan dengan sangat pelan, efek kejutnya sangat terasa.

Saya merasa harus kembali ke halaman sebelumnya untuk memastikan bahwa bagian itu memang belum pernah terungkap. Sandra Brown memainkan dengan baik emosi pembacanya.

Cerita ini ditulis dengan tempo yang jelas bukan lambat. Tetapi juga tidak tergesa-gesa, begitu mengalir, tidak kaku, dan menimbulkan pertanyaan pada setiap lembarnya.

Kisah cinta yang terselubung dalam kesibukan Scott sudah tentu menjadi cerita menarik tersendiri. Dalam novel ini, hanya ada dua perempuan yang menemani kisah Scott. Satu perempuan lainnya sangat berarti tapi tidak akan terungkap hingga cerita hampir usai.

Scott jelas seorang yang tertutup, berani, terlihat tangguh di luar tetapi hatinya sangat rapuh, jelas membutuhkan pertolongan tetapi mengabaikan tawaran itu, tentu saja tampan, cerdas, dan mewakili apa yang diinginkan oleh setiap jurnalis: independensi dan kebebasan menulis cerita.

Membaca novel ini menimbulkan dua emosi sekaligus dalam diri saya: terhibur dan iri. Yang saya sebut terakhir karena belakangan ini kondisi itu semakin mengganggu. Saya iri pada Scott yang bisa ke sana kemari mencari berita tanpa harus menghadapi siksaan mengedit artikel orang lain. Hahaha…

Satu-satunya hal yang mengganggu ketika membaca novel ini adalah, beberapa kali saya harus mengulang kalimat karena ada kata sambung yang terputus. Pada sejumlah halaman lain ditemukan kata yang hilang. Agak disayangkan untuk sebuah novel terbitan Gramedia.

Pekerjaan, keluarga, latar belakang, gairah, karakter, dan trauma Scott layak untuk dibaca saat akhir pekan atau dalam gerbong kereta yang lengang. Selamat menikmati!

Shares 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *