Percakapan Terakhir

Ini tahun baru dan aku sadar, lama sekali kita tak bertemu. Aku sebenarnya tak suka bersedih (dan aku yakin tak ada yang mau). Tapi, aku tak mau bohong, kalau aku sedang bersedih. Aku berharap tak akan lama dan semoga semua baik-baik saja. Aku sedang iseng mengintip percakapan yang aku lakukan dengan orang-orang terbaik yang di hidupku hari-hari ini, sampai aku menemukan ini di inbox gmail-ku.

kesukaanmu, ku selipkan di makammu

***

Chat with lilis.lira@gmail.com

Reply

|
lilis.lira@gmail.com
to me

show details 9/11/08

12:13 AM me: hai botak
lilis.lira: haiii
me: hai
12:14 AM tulalit
12:16 AM lilis.lira: tes
me: hai
12:17 AM lilis.lira: hai,daaagggh
me: kok lo gitu???
12:18 AM lo udah tau kan sekarang???
lilis.lira: dah,thx 4 all
12:21 AM me: daaahhhh

***

Aku ingat. Ini percakapan terakhir kita via internet. Pagi dini hari tanggal 11 September 2009. Waktu itu, aku meminta kamu menemaniku ke warnet, persis di belakang rumah kita. Kamu, biasanya tak mau karena kamu perempuan rumahan yang enggan sekali keluar rumah tengah malam. Namun kali itu, aku tak tahu kenapa kamu mau. Aku juga baru sadar kalau kamu tiba-tiba mengucap kata “daaagghh” sebagai perpisahan. Aku tak paham kenapa kamu memilih kata itu untuk mencoba chatting pertamamu via gmail itu.

Saat itu, aku sedang mengajarimu membuat account di gmail.com dan kamu ingin menamakannya lilis.lira (Lira sebagai kepanjangan nama kamu, Lilis Rahmawati). Aku membuatkannya. Dan…. ternyata itu adalah percakapan pertama dan terakhir kita via gmail. Sehingga, sekalipun aku mencari ke mana pun, aku tak akan menemukan file percakapan kita.

*Baik-baik di Sana. Entah kapan, kita akan bersama*

Shares 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *