Punya Online Shop Biar Kekinian

Supaya kekinian, akhirnya saya punya online shop yang menjual produk etnik. Ada sepatu batik, tas batik, sneakers batik, wedges batik, heels batik. Enggak cuma batik, ada tenun dan songket juga.

Eh tapi bukan cuma karena kekinian sih. Sejak dulu, saya memang ingin punya toko. Mau jualan. Ini bukan kali pertama sebenarnya saya berbisnis karena jauh sebelumnya, saya pernah berkali-kali gagal.

Pertama sekali tahun 2010 saya pernah menjual minyak wangi. Omzetnya lumayan, tapi kemudian, produsennya berhenti memproduksi. Entah karena apa. Dagangan saya pun jadinya tidak berlanjut. Padahal boleh dibilang, saya untung besar jualan parfum.

WhatsApp Image 2018-10-02 at 6.46.55 PMSaya lantas memproduksi kaos sendiri. Gagal lagi karena ya jualan itu enggak gampang. Bukan cuma punya produk, lantas langsung laku. Saya benar-benar amatir. Pernah juga saya jualan aksesori. Sebenarnya responsnya lumayan, tapi produknya tidak selalu ada. Yah, kalau begini, calon pembeli juga pasti lari.

Suatu waktu lainnya sekitar tahun 2013, saya meriset untuk menjual baju impor dari Korea Selatan. Setelah saya rasa cukup mencari tahu, saya beli produknya di Bandung secara bal-balan. Ya ampun, kualitasnya! Jauh sekali dibanding foto dan contoh baju yang saya lihat sendiri di tempat beli.

Jadilah saya tidak menjualnya sama sekali karena enggak tega. Saya aja enggak mau beli baju seperti itu, masa iya saya tega menjualnya ke orang lain. Pilihannya cuma satu ketika itu: merugi.

Apa mau dikata? Daripada merugikan orang lain dan didoain yang buruk-buruk karena mereka kecewa membeli produk dari saya. Satu bal baju itu langsung saya sumbangkan seluruhnya. Eh, ini tidak ada maksud apa-apa. Hanya sekadar cerita bahwa saya pernah langsung gagal sebelum memulai.

Apakah saya kapok? Belum. Kenapa saya belum kapok? Alhamdulillah, karena semua modal usaha yang pernah saya keluarkan, entah untuk membeli produk untuk dijual lagi, atau ketika membeli bahan untuk diproduksi, seluruhnya menggunakan uang tabungan saya (dan suami).

Saya enggak berutang, tidak juga meminjam. Jadi insya Allah, kegagalan coba-coba berbisnis itu tidak membuat buruk kondisi keuangan di rumah. Saya sudah memperhitungkan dengan baik, meski tentu saja, tidak selalu memperhitungkan bahwa akan langsung merugi seketika hahah…

Modalnya berapa sih? Bervariasi. Dari Rp500 ribu sampai puluhan juta rupiah.

Modal saya untuk satu bal baju impor itu Rp7,5 juta. Sama seperti jumlah modal ketika saya gagal jualan kaos sablon. Yang kaos sablon sebenarnya enggak gagal-gagal banget. Karena dari modal yang saya habiskan sekitar Rp7 juta, uangnya kembali kepada saya Rp5 juta.

Ketika jualan parfum, modal saya hanya Rp500 ribu, dan dalam satu hari, langsung balik ke saya Rp870 ribu. Untung besar :)

Nah, modal yang sampai puluhan juta rupiah itu ketika saya membuka kedai. Kalau ada yang mau tahu berapa persisnya modal saya, japri aja ya :)

Soal kedai itu pun, yah sama dengan bisnis-bisnis saya yang lain: gagal.

Apapaun alasannya, bisnis yang dimulai dan tidak berjalan dengan baik saya simpulkan sebagai kegagalan. Kalau mau berpikir positif, ya semua uang itu anggap saja sebagai ongkos belajar berbisnis. Daripada kursus atau seminar bisnis? Lebih baik rasakan sendiri pengalamannya toh?

Kali ini, saya menjajal bisnis lagi. Jualan sepatu flat (flatshoes), wedges, heels, tas wanita, dan sneakers. Yang menarik, semua barangnya adalah produk etnik, Berbahan batik, tenun, dan songket asli Indonesia. Kalau enggak inget sedang jualan, saya juga mau punya semua motif produknya. Asli keceh (mulai jualan….)

WhatsApp Image 2018-10-02 at 6.49.22 PMSaya menggunakan media sosial Instagram @femininesia dan page Facebook Femininesia untuk berjualan. Tapi sejauh ini, yang paling diurus adalah Instagram, sedangkan unggahan di Facebook ada karena terkoneksi dengan Instagram. Saya buat akun Twitter juga. Tapi dibuat hanya supaya punya dan memastikan akun itu enggak disalahgunakan pihak lain.

Siapa tahu bisnisnya berjalan mulus, iya kan? :)

Selain di akun media sosial, saya juga sudah mendaftarkan bisnis online saya di LINE Shopping dan alhamdulillah sekarang produk jualan saya sudah bertengger resmi di LINE Shopping. Karena dengar-dengar dari teman, susah lho daftar jadi seller untuk bisa jualan di LINE Shopping. Cerita khusus LINE Shopping, nanti saya tulis di artikel selanjutnya ya. Cieilah…

Kalau ada yang mau lihat produk-produk jualan saya, mampir ke Instagram @femininesia, Facebook, Twitter @femininesia, dan add akun LINE@ kami juga ya di @moj9464w.

Kalau lagi ada yang bingung mau bisnis apa, nih ada saran yang saya kutip dari almarhum Bob Sadino:

Banyak orang yang tanya, “Bisnis apa yang bagus?” Jawabnya, “Bisnis yang bagus adalah yang dibuka, bukan yang ditanya terus.” #jleb

Sejauh ini, saya senang sekali bisa jualan produk etnik. Produk ini lengkap ukurannya, mulai dari anak-anak (24-33) sampai untuk dewasa (34-44). Beberapa calon pembeli saya sejauh ini semakin tertarik karena produknya bisa custom. Seru deh pokoknya. Yuk mampir!

Kalau ada yang mau ditanya, atau cuma sekadar kepo doang, klik di sini.

Oh iya, selamat Hari Batik Nasional 2018!

8 Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *