Profil Produk untuk Facebook Ads

Setelah registrasi yang agak telat sekitar lima menit, saya sudah duduk dengan pikiran kosong di baris kedua dari belakang. Teman saya yang rajin bangun pagi, Aty, sudah tiba lebih dulu ketika antrean absen masih panjang. Seorang lainnya, Ulfa, yang juga sudah bangun sejak Subuh, menyusul di belakang saya.

Pagi itu di sebuah hotel di Jalan Pajajaran, Bogor, saya jadi salah satu dari 100 peserta pelatihan BJB Peduli UKM & Industri Kreatif. Ketika awal melihat posternya berseliweran di beranda Facebook, saya sudah tertarik tapi agaknya tak bisa ikut serta karena harus beredar di Jatinangor.

Tapi apa mau dikata, proposal tesis saya belum juga rampung. Jadi daripada misuh-misuh di rumah, saya infokan pelatihan ini kepada dua orang teman dan mereka mau ikut! Tema pelatihannya: Teknik Meningkatkan Omzet dan Penjualan Meroket dengan FB Ads.

Buat saya, teknik apapun tentang jual menjual di media sosial belum ada satu pun yang saya tahu. Jadi pelatihan sejenis ini sangat menarik.

Ketika saya tiba, masih sesi perkenalan, yang berlangsung sekitar 20 menit karena masing-masing peserta diminta menjelaskan apakah produsen atau reseller, dan produk apa yang dijual.

Sumber: Instagram @femininesia (dilarang menggunakan foto tanpa izin @femininesia. Peraturan perundang-undangan berlaku).

Sumber: Instagram @femininesia (dilarang menggunakan foto tanpa izin @femininesia. Peraturan perundang-undangan berlaku).

Saya tak ingat betul materi yang disampaikan karena, sambil menyimak, saya meladeni pertanyaan dari beberapa calon pembeli dan pembeli. Tapi ada yang saya ingat dan membuat saya agak sakit kepala: product profiling.

Apa itu ya?

Iya, profil produk. Tahu saya. Tapi apa saja sih poin-poinnya? Pemateri pertama itu sebenarnya tidak fokus menjelaskan soal product profiling karena dia kebagian bicara soal Facebook ads. Katanya, “Facebook ads bukan cara agar jualan Anda laris seketika. Karena yang Anda dapat dari Facebook ads adalah data.”

Saya mengerti? Enggak.

Tapi ada yang saya paham. Katanya, kalau mau produk kita dilirik, memasang iklan jadi keniscayaan. Tapi, Facebook ads yang sudah kita bayar (mahal-mahal) pun enggak akan dilirik kalau naskah iklannya (copy ads) berantakan. Nah lho?!

Tipsnya: kudu bisa membuat copy ads yang menarik, menggoda, dan menghipnotis orang jadi mau beli produk kita.

Untuk bisa bikin naskah iklan yang menarik, menggoda, menghipnotis, enggak mungkin dilakukan satu atau dua hari. Apalagi cuma tiga jam di sesi materi itu. Saya tahu banget karena waktu pertama kali berkarier di profesi tulis menulis pun, saya kena omel kok karena bapuk banget tulisannya hihi. Eh, tahu bapuk kan?

Nah, sebelum bisa membuat naskah iklan yang menghipnotis, harus dipastikan dulu bahwa saya sangat mengenal profil produk atau bisnis saya. Sudahkah?

Yang pasti, penjual harus tahu kelebihan produk yang ditawarkan. Misal, saya jualan produk etnik seperti flatshoes, tas, wedges, dan heels. Saya harus bisa kasih alasan masuk akal, menggoda, dan membuat orang yakin untuk beli: kenapa mereka harus beli produk yang saya jual.

Di workshop sepanjang hari itu, para peserta diminta membuat daftarnya. Dalam daftar, ada enam poin kelebihan produk yang saya buat. Seruuuu!

Selain itu, ada catatan penting yang akan saya ingat baik-baik bahwa:
1. Setiap (harga) produk ada pangsa pasarnya sendiri.
2. Tidak disarankan memberikan benefit berikut ini di awal menjual: diskon, bonus, gratis ongkos kirim, lebih murah, dan stok terbatas (limited edition)

Sampai di sini dulu ya belajarnya, lain kali lanjut lagi.

0 Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *