Bersama Kelam…

Kita telah lama bercerita
Bertukar pandang,
Berselisih paham
tentang keputusan-keputusan kemarin…
Tentang yang sedang kita alami
Atau pun tentang rencana-rencana nanti

Kita lalu juga pernah diam
Tak ingin bicara,
tetapi juga tak mau duduk sendiri bersama kelam
Kita ingin berada dalam
jarak yang paling kentara

Malah kita pun sudah mencicipi buliran
tangis dan lelah hingga bosan
Telah merasai kesulitan
Hingga hampir tak ada lagi yang bisa dilakukan

Ujung kelam kita lalu dibasuhi sentuhan
Menumbuhkan lagi sisa harapan
Lalu kata pun tak diperlukan
Sepi pun sudah enggan menemani diam

**Dua dua nol dua dua nol dua belas

Shares 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *