Mengurangi Kesalahan, Wartawan Harus Lakukan Hal Ini

KESALAHAN penulisan berita dalam pemberitaan laporan OC Kaligis terhadap Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana (baca: http://bit.ly/152t1z6) tentu jangan sampai terulang kembali. Hal itu boleh kamu jadikan pelajaran untuk tidak melakukan hal yang sama atau bahkan lebih buruk lagi dalam melakukan kerja jurnalistik.

Mekipun sebagai manusia biasa kemungkinan wartawan untuk melakukan kesalahan pasti ada. Tapi bagaimana sih caranya untuk menghindari atau meminimalisir kemungkinan keliru dalam menulis berita? Simak ulasan berikut ini yuk…

1. Rekam Wawancara dengan Narasumber

Wartawan muda masa kini sudah jarang sekali memerhatikan kelengkapan peralatan untuk meliput di lapangan. Padahal merekam wawancara dengan narasumber sangat penting, terutama bagi wartawan yang meliput di desk hukum demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti somasi. Penulis Kampung Aksara pernah punya pengalaman menarik.

Salah satu narasumber pernah membantah bahwa dia mengatakan pernyataan tertentu yang belakangan menimbulkan reaksi negatif dari publik. Narasumber mengirimkan somasi karena keberatan dengan pemberitaan yang menurut dia tidak pernah dia katakan. Dia meminta agar artikel itu direvisi dan menginginkan agar si wartawan menyatakan kalau telah salah mengutip pernyatan si narasumber.

Untungnya, ada bukti rekaman wawancara bahwa pernyataan itu memang benar pernah disampaikan si narasumber. Nah, bayangin deh kalau rekaman itu enggak ada. Pasti somasi berlanjut.

2. Verifikasi

Penting bagi kamu melakukan verifikasi untuk setiap informasi. Apalagi kalau terkait angka, pasal dalam undang-undang, maupun nama dan jabatan narasumber. Verifikasi bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti menanyakan kembali kepada narasumber atau membaca sendiri pasal yang dimaksud. Sebisa mungkin, jangan sampai salah! Narasumber juga akan menghargai wartawan yang rajin verifikasi. Poin plus juga di mata editor.

3. Baca Ulang Tulisan

Selesai menulis berita, jangan lantas dikirim ke editor ya. Usahakan disiplin dan teliti membaca kembali tulisan kamu. Hal ini penting untuk melatih kemampuan menulis kamu sehingga tulisan yang dikirim benar-benar enak dibaca. Kamu bisa pastikan lagi apakah ada data, angka, pasal, yang salah kamu ketik karena terlalu terburu-buru. Sehingga kesalahan sekecil apapun bisa dihindari.

4. Konsisten

Merekam, melakukan verifikasi, dan membaca ulang tulisan itu adalah tiga hal yang perlu kamu lakukan untuk menghindari kemungkinan kesalahan. Yang tak kalah penting adalah, kamu harus konsisten melakukan tiga hal itu. Tiga hal ini sering diabaikan oleh wartawan saat ini, sehingga mereka mudah melakukan kesalahan yang mungkin kecil tetapi justru menjadi mimpi buruk bagi profesi jurnalis. (*)

Shares 0

One response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *