Berteman dengan Tiga Dyah

Kamar kos di Jalan Gagak, Surapati, Bandung.

Mata kuliah Komunikasi Multikulturalisme membuat saya membaca beberapa penelitian untuk mengerjakan tugas demi tugas, maupun untuk ujian akhir semester (UAS) yang baru saja berlalu. Yang paling saya ingat adalah membaca penelitian Bapak I Made Purna dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) berjudul “Kearifan Lokal Masyarakat Desa Mbawa […]

0 Shares

Continue reading →

Siapa Suruh Kuliah Lagi

Sumber: Pixabay

Dua hingga tiga bulan setelah menjalani kuliah semester 1 untuk mengejar gelar Sarjana Strata Satu (S1), November 2002, saya sudah melihat sejumlah mahasiswa senior menenteng-nenteng skripsi. Mulai dari yang supertipis, sampai sangat tebal, hingga membawanya saja tak mampu dilakukan sendiri. Ketika itu saya berpikir: bagaimana bisa senior itu mengerjakan skripsi setebal itu? Buku apa saja […]

0 Shares

Continue reading →

Saatnya Mengkhayal

Kebiasaan buruk menjelang akhir tahun lagi-lagi muncul di benak saya. Mengkhayal yang keren-keren tentang melanjutkan sekolah, punya bisnis sendiri, enggak kerja lagi sama perusahaan orang lain, hingga menikmati akhir pekan yang tentram di rumah. Soal melanjutkan studi, saya yang pernah menyia-nyiakan kesempatan emas—yang pasti enggak bakal datang dua kali—ini mulai lagi belagak antusias sama Belanda […]

0 Shares

Continue reading →

Cerita di Halte TransJakarta

Sumber: ipetdvrlistscom

Karena sejak turun dari bus Transjakarta gue langsung menatap layar ponsel untuk pesan GrabCar, jadilah gue enggak ngeh ada yang udah ngeliatin dari jauh. Cuma merasa, “kayak ada yang manggil-manggil nama gue”. Setelah nampaknya suara itu semakin deket, gue angkat kepala. Eh bener lho, ketemu sama Bang Dian dan Mbak Eva. Yang manggil-manggil tadi itu […]

0 Shares

Continue reading →

Duduk Paling Depan

Sumber: Pinterest

Saya sudah mulai les. Lagi. Les terakhir sebenarnya April 2016 di salah satu lembaga yang tak perlu saya sebutkan namanya. Tapi karena pengajarnya lebih sering bicara bahasa Indonesia—padahal saya les persiapan TOEFL—jadilah saya cuma sekali datang. Padahal saya sudah bayar lunas sampai tiga bulan ke depan. Buang-buang duit banget. Tapi apa mau dikata? Dari pada […]

0 Shares

Continue reading →