Menghabiskan Senja Bersama Aristides Katoppo

Berbincang setelah makan malam bersama Aristides Katoppo dan istri di kediamannya, 29 Desember 2015.

Turun dari taksi biru, seekor anjing kecil menyambut kami tanpa suara. Hanya wajahnya yang terlihat ramah. Bersama seorang jurnalis muda yang bertugas sebagai videografer, saya celingukan di depan pagar rumah. Anjing berwajah dan bertubuh imut menggoyangkan ekornya. Kami melangkah ke arah samping rumah, diikuti anjing yang belakangan kami tahu bernama Moki. “Karena warnanya Moka. Ada […]

0 Shares

Continue reading →

Sebuah Memoar untuk Mas Kelmi

Aku ada di atas motor ketika sore mulai menyapa. Kendaraan roda dua yang dikendarai suamiku memasuki kawasan Margonda diiringi senja yang hari ini nampak begitu muram. Kemuraman yang sama seperti dirasakan keluarga dan rekan Mas Kelmi. Helmi Firdaus nama lengkapnya. Komunikasi yang aku jalin kembali dengan Mas Kelmi, sejak kenal 10 Agustus 2007, adalah ketika […]

0 Shares

Continue reading →

Setumpuk Cerita Sang Sopir Taksi

Foto: Ilustrasi lalu lintas di Jakarta. (kandi)

Jam 5 pagi aku meninggalkan rumah hari itu, akhir Mei 2015, bertolak ke bandara menuju Medan, Sumatera Utara. Sopir taksi yang aku tumpangi sangat ramah dan sepertinya punya setumpuk cerita untuk dituturkan kepadaku. Sambil terkantuk-kantuk, sesekali aku menimpali ceritanya hanya dengan sekadar “Oh” atau “Iya” dan lebih banyak tertawa. Untuk mengimbangi percakapan, aku bertanya iseng […]

0 Shares

Continue reading →

Perlukah Pendaki Menaklukan Puncak Merapi?

Foto terakhir Eri Yunanto, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang jatuh ke kawah Gunung Merapi, Sabtu (16/5). (Dok. Bagus Deni)

“Mendaki Gunung Merapi sampai puncak bagi kami sebenarnya irasional. Tapi para pendaki sering sekali melanggar dan mengabaikan larangan itu.” Kalimat itu terlontar dari Pelaksana Harian Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Tri Atmojo. Ada rasa sesal dan kesedihan mendalam saat Tri menuturkan pernyataan itu. Kalimatnya tak lugas, hampir tidak menemukan kata yang pas untuk […]

0 Shares

Continue reading →

Mengantar Bantuan, Menyasar Kejauhan

Warga menurunkan barang bantuan dari mobil. (Foto: Kandi)

“Wah, masih jauuh! Dari sini ambil kanan, nanti luruuuus terus, ketemu pertigaan ke kiri. Terus masih lurus lagi. Nanti tanya orang aja lagi di sana,” seorang lelaki paruh baya menjawab pertanyaanku dengan cepat. “Masih jauh boi,” itu suaraku ketika sudah masuk kembali ke dalam mobil. “Udah tau gue, kedengeran kok jawaban bapak itu dari sini. […]

0 Shares

Continue reading →