Mencari Halimah

Aku sedang sibuk mencabut ilalang di antara rumput Jepang sementara teman kecilku mengaji. Aku tak berpikir dan merasa apapun, tepatnya tak berani merasakan apa pun. Beberapa orang ku lihat hilir mudik membawa sekantong bunga dan botol air. Lalu sebuah suara membuatku mendongak, “Duduk di sini aja gak apa-apa. Asal jangan di kepala.” “Oiya, makasi.” Aku […]

0 Shares

Continue reading →

Piring Kembang di Jalan Jaksa

Angin di luar kantor cukup dingin ketika aku membungkus netbook yang masih hangat. Hujan deras seharian tadi tak membuat langit lantas menjadi gelap. Aku meninggalkan kantor dan meminta temanku mencari warung yang menjual soto ayam. Kebetulan dia sedang berbicara dengan temannya di telepon dan kami disarankan menuju ke Jalan Jaksa. “Tempat biasa kita makan ayam […]

0 Shares

Continue reading →

Tidak Biasa

Judul itu aku pilih untuk mengganti kata “aneh” atas apa yang baru saja terjadi. Aku lapar dan memaksa seorang teman untuk menemani makan. Jarum jam menunjuk ke angka 9 malam. Niatnya, di ayam goreng Surabaya, persis di bawah Stasiun Gondang Dia. Tapi, belum juga kaki kami menuruni anak tangga dari lantai dua kantorku, seorang teman, […]

0 Shares

Continue reading →

….

Aku lihat kamu di sana kemarin malam. Masih seperti kamu yang aku kenal beberapa tahun yang lalu. Tak ada yang berubah, termasuk karakter kamu yang tak pernah bosan aku nikmati: pendiam dan tak banyak menuntut! Aku secara tak sengaja ke tempat itu karena beberapa kawan baikku kerap menghabiskan waktu di sana. Kawan baikku sekarang, yang […]

0 Shares

Continue reading →

April 1987

April 1987 Beberapa hari lagi, tepatnya tanggal 4 di bulan dan tahun itu, seorang ibu melahirkan seorang bayi kecil. Anak ini, menjadi yang paling berpunya di antara keempat saudara kandungnya. Jika yang lain hanya mendapat seratus rupiah untuk jajan, maka dia mendapat lima ratus rupiah. Dia juga paling manja. Kepada setiap orang yang lewat di […]

0 Shares

Continue reading →