Mencari Halimah
Aku sedang sibuk mencabut ilalang di antara rumput Jepang sementara teman kecilku mengaji. Aku tak berpikir dan merasa apapun, tepatnya tak berani merasakan apa pun. Beberapa orang ku lihat hilir mudik membawa sekantong bunga dan botol air. Lalu sebuah suara membuatku mendongak, “Duduk di sini aja gak apa-apa. Asal jangan di kepala.” “Oiya, makasi.” Aku […]
Continue reading →


