Kita
Kita bertukar cerita kemarin di lorong-lorong keraguan yang kita rasakan bersama aku lihat kamu menikmati selasar waktu yang diam-diam kita bangun untuk sekadar dikenang… Ah, kita terlalu egois kemarin hingga kita tak pernah mau peduli dengan apa yang terpendam dan tergolek pasrah di relung itu Kita, hanya saling mengangguk, tanpa arti…
Continue reading →


