Kita

Kita bertukar cerita kemarin di lorong-lorong keraguan yang kita rasakan bersama aku lihat kamu menikmati selasar waktu yang diam-diam kita bangun untuk sekadar dikenang… Ah, kita terlalu egois kemarin hingga kita tak pernah mau peduli dengan apa yang terpendam dan tergolek pasrah di relung itu Kita, hanya saling mengangguk, tanpa arti…

0 Shares

Continue reading →

Sumur Batu, Kemayoran (Lagi Waras)

Aku tak pernah hapal jalan menuju rumahnya (dan aku menyesali fakta ini). Karena jika aku ke sana, selalu dijemput dan pulang diantar. Hingga hari ini pun, ada orang lain yang menggantikan dia menjemputku jika aku ke rumahnya, entah tunangannya atau sahabatku yang seorang lagi. Malam itu pun, secara kebetulan, kami punya waktu untuk bertandang ke […]

0 Shares

Continue reading →

Karena Huruf “D”

Curiga. Itu yang belakangan kerap aku lakukan terhadap orang asing. Aku mencurigai mereka jika akan menyebut namaku, mengenalkan diriku, atau menjawab pertanyaan apa pun yang mengandung huruf “D”. Awalnya, aku tak separanoid itu, tapi hari-hari ini aku makin yakin bahwa memang ada yang “salah” dengan huruf itu. Meski aku lebih banyak menertawai diriku sendiri atas […]

0 Shares

Continue reading →

Percakapan Terakhir

Ini tahun baru dan aku sadar, lama sekali kita tak bertemu. Aku sebenarnya tak suka bersedih (dan aku yakin tak ada yang mau). Tapi, aku tak mau bohong, kalau aku sedang bersedih. Aku berharap tak akan lama dan semoga semua baik-baik saja. Aku sedang iseng mengintip percakapan yang aku lakukan dengan orang-orang terbaik yang di […]

0 Shares

Continue reading →

Jalanan

Tiba-tiba laju sepeda motor terhenti Di pinggir Jalan AA Kali Pasir, Cikini Rantainya lepas, tercecer di jalan Takdir, mengajakku mengamati orang-orang di sekitaran Kali Pasir itu Satu orang menarik minatku, Laki-laki tentu saja Rambutnya gondrong ikal, diikat seperti kangkung di pasar kaget, kulit agak terang Dia tengah mengisap rokoknya dalam-dalam ketika aku, dan temanku, tiba […]

0 Shares

Continue reading →

Semakin Dekat

*Waktunya sudah dekat, pilihan harus diambil. Ada nyeri karena tahu harus pergi* Jendela itu terbuka seperempat, sisanya menutupi langit yang baru saja menyirami tanah malam bulan bulat menggantung di cakrawala menumbuhkan rasa baru meski tidak sempurna Ya, tidak perlu sempurna karena kita hanya diminta berkarya akhirnya bukan kuasa manusia seperti bulan itu sepurnama apa pun […]

0 Shares

Continue reading →