….

Aku lihat kamu di sana kemarin malam. Masih seperti kamu yang aku kenal beberapa tahun yang lalu. Tak ada yang berubah, termasuk karakter kamu yang tak pernah bosan aku nikmati: pendiam dan tak banyak menuntut! Aku secara tak sengaja ke tempat itu karena beberapa kawan baikku kerap menghabiskan waktu di sana. Kawan baikku sekarang, yang […]

0 Shares

Continue reading →

April 1987

April 1987 Beberapa hari lagi, tepatnya tanggal 4 di bulan dan tahun itu, seorang ibu melahirkan seorang bayi kecil. Anak ini, menjadi yang paling berpunya di antara keempat saudara kandungnya. Jika yang lain hanya mendapat seratus rupiah untuk jajan, maka dia mendapat lima ratus rupiah. Dia juga paling manja. Kepada setiap orang yang lewat di […]

0 Shares

Continue reading →

Kita

Kita bertukar cerita kemarin di lorong-lorong keraguan yang kita rasakan bersama aku lihat kamu menikmati selasar waktu yang diam-diam kita bangun untuk sekadar dikenang… Ah, kita terlalu egois kemarin hingga kita tak pernah mau peduli dengan apa yang terpendam dan tergolek pasrah di relung itu Kita, hanya saling mengangguk, tanpa arti…

0 Shares

Continue reading →

Sumur Batu, Kemayoran (Lagi Waras)

Aku tak pernah hapal jalan menuju rumahnya (dan aku menyesali fakta ini). Karena jika aku ke sana, selalu dijemput dan pulang diantar. Hingga hari ini pun, ada orang lain yang menggantikan dia menjemputku jika aku ke rumahnya, entah tunangannya atau sahabatku yang seorang lagi. Malam itu pun, secara kebetulan, kami punya waktu untuk bertandang ke […]

0 Shares

Continue reading →

Karena Huruf “D”

Curiga. Itu yang belakangan kerap aku lakukan terhadap orang asing. Aku mencurigai mereka jika akan menyebut namaku, mengenalkan diriku, atau menjawab pertanyaan apa pun yang mengandung huruf “D”. Awalnya, aku tak separanoid itu, tapi hari-hari ini aku makin yakin bahwa memang ada yang “salah” dengan huruf itu. Meski aku lebih banyak menertawai diriku sendiri atas […]

0 Shares

Continue reading →