Terlalu Rapuh
Masih di sini Begini Tak ada yang berubah Tetap merasa ada yang hilang Entah sampai kapan Selalu merasa ada yang kurang Aku terlalu rapuh Aku terlalu menyesal Rapuh karena aku tahu aku salah
Continue reading →
Masih di sini Begini Tak ada yang berubah Tetap merasa ada yang hilang Entah sampai kapan Selalu merasa ada yang kurang Aku terlalu rapuh Aku terlalu menyesal Rapuh karena aku tahu aku salah
Continue reading →
Aku masih berdesakkan di dunia fana ini Kamu sudah tentram di sana Mungkin kamu tengah menonton drama seri kehidupanku Ingatkan aku adikku Ingatkan aku dari tempat kamu melihatku sekarang Aku sering lalai Bahkan untuk menjagamu pun aku luput Aku rasa tidak ada penyesalan yang paling dalam selain Luput menjagamu Aku tak kuasa mengulang waktu Pun […]
Continue reading →
Kita masih bisa tertawa, Padahal mungkin sepersekian detik kemudian Kita kehilangan surga kita Tempat kita dibesarkan, Di mana kita menghabisi masa kanak-kanak yang menyenangkan Bersepeda dengan merek termahal saat itu
Continue reading →
Aku menyambangi kebusukan di tempatnya. Dia tak memanggilku! Itu atas inisiatifku sendiri. Tak mengerti aku bagaimana mulanya. Hanya ujug-ujug, aku sudah berada dalam cengkeramannya. Sebenarnya, aku masih bisa lari, karena tak mungkin menghilang dari sini. Tapi kalau lari, aku khawatir kesandung, karena jalan di depanku begitu licin. Aku juga tak tahu, kenapa begitu sulit menghindar […]
Continue reading →
–Selasa, 26 Juni 2007— Pesimistis tengah menjalar di seluruh ruang hati dan pikiranku. Aku tahu kenapa hingga aku jatuh seperti ini. Kalau Soe Hok Gie pernah mengutip bahwa yang paling beruntung adalah mereka yang tidak pernah dilahirkan, aku sedikit membenarkan jika melihat satu sisi kehidupan yang memuakkan. Orang kaya memang penguasa. Pemiliki modal bisa berbuat […]
Continue reading →
Bekerja. Sebenarnya bisa jadi membosankan dan menyenangkan. Kondisi ini, keduanya harus saya nikmati. Saat menyenangkan adalah ketika ada yang harus saya kerjakan dalam pekerjaan saya. Sedang rasa bosan itu muncul ketika I do nothing in working. Ketika bosan menyapa itulah, kerap saya membunuhnya dengan aktivitas semacam menertawai orang! Adalah teman saya, seorang wartawan “tanpa media […]
Continue reading →