Menyisakan Cerita

Pohon-pohon yang pernah kami tanam mulai rindang, akarnya makin kokoh. Batangnya tidak goyang diterpa angin, dahannya juga menjaga ranting-ranting agar tetap di tempatnya untuk terus tumbuh, sementara kami mulai menjauh. Entah siapa yang menyadarinya terlebih dahulu, tapi jarak itu enggan rekat sebagaimana sebelumnya. Walaupun di waktu-waktu lalu kami memang hanyalah orang asing bagi satu sama […]

0 Shares

Continue reading →

Data, dan Kisah Staf Tampan

Hari Jumat, jam 1.30 sore, saya mulai panik, meskipun pura-pura tenang di hadapan beberapa orang yang belum terlalu saya kenal. Panik karena jam segitu, deadline semakin dekat dan belum ada satu kalimat pun saya ketik untuk berita. Padahal sedari pagi, bos saya sudah minta tolong agar ada minimal satu berita yang bisa dia edit sebelum […]

0 Shares

Continue reading →

Pagi di Kantor Menteri (Jilid I)

Selasa pagi, aku sudah membaur bersama pegawai pelat merah yang masih bermalas-malasan. Beberapa di antara mereka naik di kereta yang sama dengan yang ku tumpangi. Entah berada dalam satu gerbong atau tidak, tentu saja aku tidak peduli. Sebagian dari mereka duduk manis di meja kerja, yang lain berkerumun tak jelas membicarakan akar pohon mawarnya yang […]

0 Shares

Continue reading →

Pesan dari John Grisham

Judul novelnya terlalu hukum, sangat hukum. Tapi saya justru tergelitik pada persoalan ekonomi yang hanya menjadi bagian kecil dalam novel ini. Bisa saja ini karena saya sekarang menjadi “anak” ekonomi, tapi saya masih mengantongi sisa ingin tahu pada bidang hukum hingga masih suka membaca novel hukum ketimbang ekonomi (apakah ada?). The Last Juror karya John […]

0 Shares

Continue reading →

Maaf, Dik

Jalan raya di hadapanku lengang. Hanya satu dua kendaraan bermotor yang menderu. Angin dan gelap duduk bersamaku ditemani suara besi yang beradu. Kami berempat, aku, temanku, dua orang teman dari temanku duduk berkeliling, menertawakan apa saja yang tampak. Angin pun kalau tertangkap mata kami, mungkin juga ditertawakan. Cerita silih berganti, kadang serius kadang kelakar. Mungkin […]

0 Shares

Continue reading →

Belakang Mabes Polri

“This is totally rejected!” Itu komentar pertama tentang tulisanku di kantor yang baru aku masuki 1 Desember 2010. Aku terbahak, menertawakan diri sendiri. Karena, jangankan orang lain yang memahami dunia yang aku geluti sekarang (baca: ekonomi). Aku yang masih buta saja gerah lihat tulisan perdanaku itu. Tulisan compang camping, dikerjakan oleh wartawan kemarin sore yang […]

0 Shares

Continue reading →